Tuesday, May 19, 2009

Royal Wedding

Dinding batu berwarna gading membingkai sangkar dan rantai. Sang putri duduk di tepi jendela, terbelenggu. Dengan kepala tertunduk dan bibir bergetar, ia menutup mata. Intan berlian bergulir di pipinya saat ia mengatakan, "Tidak." Hatinya ingin bebas, tetapi tubuhnya terpaku pada roda nasib. Ia termangu dalam istana beku.

Kaca bening membatasi jangkauan tangannya, bukan khayalannya. Di balik dinding gading penjaranya, atap hijau dedaunan rimbun membentang. Burung-burung terbang berdua-dua hilir mudik. Sang putri hanya bisa bermimpi akan cinta. Jiwanya ikut mengepakkan sayap-sayap putih, melesat menyeberangi samudera.

Ingin membenamkan kaki dalam pasir dan menghirup angin pantai yang semilir. Ingin menyentuh tebing karang curam dalam cahaya matahari terbenam. Ingin duduk bersanding dengan kekasih sejati di bawah gemerlap bintang benderang.

Saat ia membuka mata, mimpi itu sirna.

Saat ini, ia pengantin raja.

Ia hidup tanpa cinta.

No comments: