Wednesday, June 18, 2008

Irama Mimpi Lagu Hidup

Aku melangkah maju tanpa tahu
apa yang ada di depanku.
Aku pun merasa ragu walau rindu
untuk mencapai yang ku mau.
Sesaat aku tersipu merasa malu,
apakah ragu itu perlu...
Lalu kuteguhkan diri menerjang maju,
menggapai masa depanku.


Setidaknya, itulah khayal sang pemimpi.

Geletar api yang nyata punya tarian berbeda,
terbakar suram dalam bara yang berangsur padam.
Ia merebahkan hatinya yang sudah tua,
mengejar ketenangan yang ia sadar hampa.
Saat memori membaca kembali hidup yang telah lalu,
dan meresapkan dalam jiwa apa yang tiada,
apa yang tidak pernah ia punya.
Sesal diri akan ketakutan yang merajai nasibnya,
sehingga ia selalu meratapi "seandainya".

Dan ia tidak akan pernah tahu.

Pada hari ini dalam sunyi,
ia menutup matanya.

Di antara bibirnya terselip doa,
"Oh Tuhan, seandainya..."