Pertama kali aku membaca guratan-guratan itu, tidak pernah aku menyangka bahwa di dalamnya terkandung jawaban akan misteri kebudayaan kuno Grissalha. Pada awalnya, para ilmuwan menolak keberadaan suatu dunia sebelum terbentuknya peradaban moderen. Beberapa literatur menyatakan bahwa Grissalha hanya merupakan mitologi belaka. Tanpa bukti sejarah, pernyataan itu tidak dapat dipatahkan. Hingga saat ini. Buku tua rapuh yang ada di hadapanku adalah bukti fisik pertama yang kami temukan terkubur di bawah reruntuhan Puri Glenbold. Tanganku gemetar menyentuh halaman pertama. Mataku mulai mengikuti kisah yang pernah hilang selama ribuan tahun.
Grissalha .... Apakah kau pernah mendengarnya? Nama yang hilang dan muncul kembali dalam legenda. Legenda tentang suatu dunia yang pernah ada sebelum lahirnya sekat-sekat waktu dan batas kenyataan. Suatu dunia di mana sihir menebar kuat pesonanya, tidak terhindarkan, dan akan tetap melekat di dalam jiwamu. Dunia di mana Gerbang Vicerus yang membatasi kegelapan dan cahaya masih terbuka lebar dan meniupkan kekacauan. Dan Nattika adalah satu-satunya harapan. Hutan penuh cahaya dan benteng yang tidak pernah runtuh, bahkan kala matahari berpaling dan pergi.
Sekarang, terlupakan.
Grissalha .... Apakah kau pernah mendengarnya? Nama yang sekarang kutuliskan dengan hati yang terluka. Mataku pernah memandangnya dan terus terpatri dalam ingatanku. Dunia di mana aku dilahirkan dalam cinta. Hidup dalam suka dan duka. Dan aku terus melaju, sampai pada lahirnya sekat-sekat waktu dan batas kenyataan. Lalu, datanglah kehancuran. Bagaimana dunia ini selamat? Hal itu tidak dapat kuungkapkan, karena setelah sekian lama rasa sakit itu masih ada, tidak terkatakan. Aku telah kehilangan ....
Grissalha .... Dengarkanlah sekali lagi! Nama itu akan kutanamkan, bahkan jika harus merobek tirai mimpi. Grissalha, dengan tulisan ini, aku akan menyusun kembali serpihan puing-puing kenangan. Satu demi satu akan kuceritakan, tentang cinta, tentang harapan, dan pengorbanan. Legenda yang telah tertutup batas kenyataan ini akan kupatri dalam setiap hati. Dan akan abadi ....
Namaku Charmanita Arsacci. Biarkan penaku mengalir dan tanganku menghadirkan kembali kisah ini ....
Grissalha .... Apakah kau pernah mendengarnya? Nama yang hilang dan muncul kembali dalam legenda. Legenda tentang suatu dunia yang pernah ada sebelum lahirnya sekat-sekat waktu dan batas kenyataan. Suatu dunia di mana sihir menebar kuat pesonanya, tidak terhindarkan, dan akan tetap melekat di dalam jiwamu. Dunia di mana Gerbang Vicerus yang membatasi kegelapan dan cahaya masih terbuka lebar dan meniupkan kekacauan. Dan Nattika adalah satu-satunya harapan. Hutan penuh cahaya dan benteng yang tidak pernah runtuh, bahkan kala matahari berpaling dan pergi.
Sekarang, terlupakan.
Grissalha .... Apakah kau pernah mendengarnya? Nama yang sekarang kutuliskan dengan hati yang terluka. Mataku pernah memandangnya dan terus terpatri dalam ingatanku. Dunia di mana aku dilahirkan dalam cinta. Hidup dalam suka dan duka. Dan aku terus melaju, sampai pada lahirnya sekat-sekat waktu dan batas kenyataan. Lalu, datanglah kehancuran. Bagaimana dunia ini selamat? Hal itu tidak dapat kuungkapkan, karena setelah sekian lama rasa sakit itu masih ada, tidak terkatakan. Aku telah kehilangan ....
Grissalha .... Dengarkanlah sekali lagi! Nama itu akan kutanamkan, bahkan jika harus merobek tirai mimpi. Grissalha, dengan tulisan ini, aku akan menyusun kembali serpihan puing-puing kenangan. Satu demi satu akan kuceritakan, tentang cinta, tentang harapan, dan pengorbanan. Legenda yang telah tertutup batas kenyataan ini akan kupatri dalam setiap hati. Dan akan abadi ....
Namaku Charmanita Arsacci. Biarkan penaku mengalir dan tanganku menghadirkan kembali kisah ini ....
