Wednesday, March 25, 2009

Catatan Harian Cissy

Laboratorio Di Anatomia


Setelah satu semester di fakultas kedokteran, Cissy mulai merasa ada yang tidak beres dengan dirinya. Sebenarnya Cissy menyadari penyebab dari masalahnya itu, hanya saja ia terlalu pengecut untuk mengakuinya. Jika ingin jujur, permasalahan yang dialami Cissy cukup dirangkum dalam dua patah kata, "Salah Jurusan". Mengapa fakultas kedokteran? Sejak awal, Cissy sudah menyatakan bahwa tidak ada satu pun dalam dirinya yang mencerminkan sifat dasar seorang dokter. Jadi, mengapa ia tidak meneguhkan hati untuk melanjutkan pendidikan di bidang desain grafis? Mudah saja. Cissy tidak ingin gagal di bidang yang disukainya. Lagipula, Mama dan Papa menakut-nakuti Cissy. Kata mereka, masa depan seorang desainer grafis biasanya suram. Entah ide dari mana, alasan itulah yang selalu digunakan Cissy, karena pada dasarnya Cissy memang penyandang predikat penakut kelas berat. Perkembangan mental-emosionalnya tidak lebih daripada seorang anak balita yang cengeng dan manja. Kecerdasan Cissy yang di atas rata-rata memungkinkan dirinya berpura-pura berani dan dewasa. Tidak sedikit orang-orang yang belum mengenalnya memuji sikap cool Cissy dalam menghadapi ujian semester. Nilainya pun mendukung.

Awal semester kedua. Cissy terdiam di depan pintu yang bertuliskan "Ruang Praktikum Anatomi". Bau formalin mulai beraksi menggelitik hidung dan kelenjar air mata para mahasiswa. Cissy harus beberapa kali mengerjap-ngerjap untuk menjernihkan pandangannya. Tidak ada yang bisa melindungi indera penghiduan mereka karena penggunaan masker dilarang oleh para dosen. Sesaat setelah pintu dibuka, Cissy bersyukur memiliki mata yang kurang awas. Ia harus memakai kacamata, perisai pertahanan terhadap uap formalin yang menusuk. Cissy tidak dapat membayangkan betapa menderitanya jika harus masuk ke ruangan tersebut tanpa perlindungan kacamata kebanggaannya.

Tidak ada kejadian yang menghebohkan dalam kegiatan praktikum anatomi pertama Cissy. Hanya saja, tidak satu kali pun Cissy mau memegang potongan-potongan mumi berwarna kecoklatan yang tersebar. Jam kuliah itu terasa seperti mimpi buruk terjebak di rumah hantu tanpa pintu keluar. Selama dua jam penuh penyiksaan itu, Cissy menegaskan keputusannya untuk TIDAK melanjutkan kuliah kedokteran.

No comments: